Skip to content
Blogs.

Menikahi Rem Menjadi Ending Paling Tragis untuk Subaru

4 min read
Menikahi Rem Menjadi Ending Paling Tragis untuk Subaru

Sosok wibu di dunia maya erat hubungannya dengan seorang yang nolep.

Hobinya rebahan, pengangguran, dan juga beban keluarga. Mereka biasanya tidak jauh-jauh dari hal yang bernuansa jejepangan seperti nonton anime seharian.

Nah, apakah jalannya takdir di anime bisa sekejam dunia nyata? Menghasilkan penderitaan tanpa akhir yang bikin karakter utamanya stres setengah mati? Tentu jawabannya iya, jika kita melihat nasib Subaru di anime Re:Zero.


Keabadian Menjadi Hukuman Terkejam

Kemampuan Subaru itu sebenarnya kutukan.

Kemampuan untuk hidup kembali setelah mati, atau yang biasa disebut RBD (Return by Death), sekilas terlihat sangat overpower. Akan tetapi…

Kalau dibedah lebih detail, karakter Subaru memiliki kutukan hidup kembali tersebut dengan cara yang cukup merepotkan. Setiap kali dia mati mengenaskan, dia bakal kebangun di titik awal yang sama. Tepat di depan abang-abang tukang apel di pasar.

Nah, yang nonton anime ini, pernahkah kamu kepikiran satu skenario yang agak mengganggu mengenai kemampuan tersebut?

“Gimana kalau Subaru gak pernah dibunuh musuh, tapi meninggal secara normal karena usia tua di umur 80 tahunan???”

Apakah setelah mati karena tua, ia akan hidup kembali di depan tukang apel itu? Dengan kondisi tubuh yang kembali remaja?

Jawabannya, Iya.

Dan kebayang seberapa stresnya Subaru. Karena cuma untuk bisa hidup tenang sekalipun, dia tetap akan respawn kembali di depan tukang apel.


Pilihan Menikah Dengan Rem

Tappei Nagatsuki sang Author tahu cara menyiksa karakter.

Buat kamu yang belum tahu, setiap tanggal 1 April alias momen April Mop, sang author suka merilis cerita spesial berseri bernama “What If” atau rute “Bagaimana Jika”. Isinya membahas takdir alternatif jika si Subaru mengambil keputusan yang berbeda dari cerita utama di anime.

Ada banyak rute dosa seperti Greed hingga Pride, dan kebanyakan rute tersebut berakhir tragis dan penuh penderitaan. Salah satu yang paling mengerikan adalah rute Sloth, yang memiliki ending paling mengenaskan dan menyedihkan.


Sisi Gelap Sloth IF

Rute ini adalah rute pelarian.

Di rute Sloth IF ini, Subaru memilih menyerah dengan keadaan, kabur ke negara lain, lalu menikah dan hidup bahagia bersama Rem.

Banyak otaku dan wibu di medsos menganggap rute pernikahan ini adalah happy ending yang paling romantis. Tapi kalau kita bedah, ini justru rute yang paling tragis!

Kenapa bisa demikian? Karena demi bisa hidup tenang dan membangun keluarga bersama Rem, si Subaru terpaksa mengunci ingatan kalau dia sudah membiarkan Emilia dan teman-temannya di Kerajaan Lugnica mati terbantai secara sadis.

Fakta pahit di balik rute ini:

  • Rumah tangganya harmonis, tapi dibangun dari hasil menelantarkan teman-temannya yang mati dibantai.
  • Subaru menjalani hari normal dengan rem, Tapi batinnya tersiksa karena tahu dirinya seorang pengecut.

Lalu, kenapa rute pernikahan ini dinamakan “Sloth” alias Kemalasan? Apakah karena Subaru malas bekerja?


Arti “Sloth” yang Sebenarnya di Re:Zero

Nama “Sloth” ini sering disalahartikan.

Judul rute ini sama sekali bukan karena Subaru berubah menjadi pengangguran yang malas bergerak. Dia di sini tetap bekerja keras demi menafkahi keluarganya bersama Rem.

Arti “malas” di sini sebenarnya mengacu pada kemalasan jiwa dan mental. Di rute utama anime, Subaru dikenal sebagai karakter yang keras kepala dan selalu mau berjuang mati-matian melawan takdir buruk. Namun di rute ini, dia memilih menyerah.

Dia malas untuk bangkit lagi dari kematian. Dia lelah menghadapi rasa sakit yang terus berulang, hingga akhirnya memilih berhenti mencoba dan mengambil jalan pintas untuk kabur dari tanggung jawabnya.

Tanggung jawab yang dimaksud adalah: Menyelamatkan Emilia dan teman-temannya di wilayah Kerajaan. Pada saat itu, mereka sedang dikepung dan dibantai secara sadis oleh sekte sesat bernama Kultus Penyihir.

Subaru yang aslinya memegang kunci keselamatan semua orang lewat kemampuan RBD miliknya, justru memilih angkat kaki ke negara lain dan membiarkan tragedi berdarah itu terjadi begitu saja.

Sederhananya, menikah dengan Rem adalah sebuah zona nyaman yang sengaja Subaru ciptakan demi bisa membutakan matanya sendiri dari tumpukan mayat teman-temannya.


Mengubur Masalah Hidup-Hidup

Ini adalah bentuk pelarian mental.

Di dunia nyata, tidak jarang kita tergoda untuk mengambil jalan yang mirip dengan rute Sloth ini. Memilih jalur instan yang nyaman dan berpura-pura semua baik-baik saja, padahal kita tahu ada masalah mendasar yang sengaja kita kubur hidup-hidup tanpa pernah diselesaikan.

Sebab pada akhirnya, mengabaikan kenyataan tidak akan pernah menghilangkan masalah tersebut. Pilihan itu justru sering kali memindahkan beban konflik dari dunia luar, langsung masuk menjadi beban pikiran yang melelahkan di dalam kepala kita sendiri secara permanen.

Menghadapi kenyataan pahit memang menguras energi, tapi itu seribu kali lebih terhormat daripada menabung bom waktu di dalam pikiran sendiri. Berhenti menjadi pengecut yang mengubur masalah, dan mulailah hadapi apa yang harus diselesaikan hari ini.

Semoga artikel ini bisa memberikan sudut pandang baru yang bermanfaat untuk kalian. Next, kita bahas apa lagi, nih?

Fuji Halim Rabani

Menulis untuk mengingat, bukan untuk diingat. Topiknya beragam, dari anime sampai hal-hal sederhana sehari-hari.

Share